Wednesday, December 23, 2009

definitely

Tuesday, December 22, 2009

faiz & mom

Sekarang tanggal 22 Desember, beratiiiiiii.......

"Selamat Hari Ibu"

dan di hari Ibu ini, saya menemukan contoh kecil kesabaran seorang Ibu

Lokasinya di Bank Mandiri Pondok Indah Mall 1.
Saat itu saya sedang mengantri,

Di belakang saya, ada sesosok Ibu muda, dengan anak laki-lakinya yang berusia sekitar 3-4 tahun (jelas ini sok tahu, bisa saja dia berusia sekitar 5-6 tahun, ah sepele)

Awalnya anak itu ikut mengantri mendampingi Ibunya, tapi mungkin karena bosan, dia meninggalkan Ibunya lalu berlari ke arah neneknya yang duduk di tempat tunggu. Di sebelah neneknya, ternyata ada Ibu saya. Ibu saya terlihat asik bercanda dengan anak itu dan Omanya (sok asik lu bu hahah) yaa Ibu saya memang pedofil (suka dengan anak kecil).

Beberapa saat kemudian, anak itu menghampiri Ibunya lagi.
Dia asik bermain dengan tiang-tiang pembatas antrian, mungkin mencari hiburan,

"ma, disini kok tulisannya 'mandiri' semua sih ma?"

"kan ini bank mandiri"

Sepertinya jawaban mamanya cukup menjelaskan, diapun melanjutkan bermain dengan tiang-tiang itu.

"ma, tali ini kalo ditarik, satpamnya marah gak?"

"enggak, paling cuma dikasih tau jangan mainan itu"

"tadi faiz narik ini lho ma, kok satpamnya gak marah?"

"ya nanti kalo faiz mainin lagi, dibilangin ke satpamnya"

"tapi tadi faiz nariknya sedikit kok ma"

"iya, udah jangan mainan itu iz"


"mama liat faiz narik ini gak ma?"

"iya liat"

"faiz nariknya sedikit kan ma?"

"iya"

"berati gak apa-apa kan ma kalo sedikit?"

"iya"

"gak apapa kan ma?"

"(tersenyum) iyaa"

Ternyata jawaban 'iya' belum memuaskan Faiz. Atau mungkin anak ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi? Yaa namanya juga anak-anak,

"ma, nanti satpamnya gak marah kan ma? faiz nariknya gak banyak-banyak kok ma"

"iya-iya, makannya jangan ditarik-tarik, nanti rusak lho iz"

"tapi tadi mama liatnya sedikit kan ya ma ya ma ya?"

"hihihi (si ibu terlihat geli mendengar celotehan anaknya) 'ya ma ya ma ya?' "

"hehehehe..."

"maaa, kok lama sih ma?"

"enggak kok sebentar lagi, faiz kalo capek sama oma aja disitu"

Faiz hanya menatap keberadaan omanya, dan tidak beranjak dari tiang-tiang pembatas itu,

"ma,"

"kenapa?"

"tadi faiz narik ini nya sedikit kan ma?"

Saya hanya bisa menahan tawa dan ada sedikit rasa mau menukarkan Faiz dengan J.Co dua lusin,
tapi saya gak tega melihat senyuman si Mama kepada Faiz.
Ma, sabar betul anda.

Wednesday, December 9, 2009

panjang

Adek gue, Dinna, tingginya sangat melampaui gue. Apa emang gue yang bantet? Emang.
tempo hari, gue ngedumel dan ada dia.

"bete deh kaki gue pendek amat sih ah, liat kaki lo deh Din, panjang ya?"

"ih engga, pendek juga kali nih kaki gue"

"lah, terus lo yang panjang apa? badan?"

"rambut. gigi juga nih panjang"

"HAHAHAHAHAHHAHAHAHAH....."

ngelawak doi.
gak lucu ya? lucu tauuuuuuuu serius deh lucu banget parah.