Kemarin,
Ria, Ririn, Afiz, Pepi, Ridho, Ari, Revi, Choir, Bagus, Angga, Kiki, Bang Edo, dan saya, ke rumah Robby untuk menjenguk Robby yang abis kecelakaan.
Lebih tepatnya, meramaikan rumah Robby.
Lebih tepatnya lagi, menghabiskan persediaan makanan di rumah Robby.
Setau saya, kalo jenguk orang itu, kita yang bawa makanan.
Tapi kemarin, kita cuma bawa badan yang udah lepek karena ujan-ujanan terus ngabisin makanan di rumah orang yang sakit tanpa tau malu.
Dari mulai makanan yang siap dimakan, makanan siap saji, sampai bahan mentahnya pun kami pakai.
Maafkan kami tante.
Setelah kenyang, dan ternyata Robby tidak terlalu parah, kami pun pulang.
Kurang ajar? Memang. Itulah kami, hahahaha.
Sebelum pulang, ada baiknya periksa tas masing-masing.
Ini sudah biasa. Jika anda berkunjung ke rumah orang bersama kami, khusunya bersama Revi, coba anda periksa isi tas anda sebelum pulang.
Dan benar saja,
di dalam tas Choir, ada sendoknya Robby.
di dalam tas Bagus, ada kecapnya Robby.
di dalam tas Pepi, ada laptopnya Robby.
di dalam tas saya, ada chargeran laptopnya Robby.
di dalam tas Kiki, ada sampah. Ini yang paling bener. Hahahaha.
Kasian Robby. Udah kecelakaan, vespa hancur, badan sakit semua, rumahnya digerebek, makanannya habis. Yang tabah deh Rob..
Bytheway, setelah kami jenguk, Robby kembali kuliah loh. Senangnya!
Tapi saya nggak yakin dia sembuh karna kami.. Gapapalah yang penting bisa kuliah lagi :)
Jadi, jika anda sakit, sembunyikan dahulu makanan di rumah anda sebelum kami datang menjenguk. Sekian.
KURA-KURA NINJA
ketika kura-kura juga punya cerita
Tuesday, December 13, 2011
Thursday, December 8, 2011
lebih rumit dari kalkulus
Ini saya bimbang. Gak pake pamungkas. Oke, itu bambang. Jayus.
Ehem,
Saya bimbang.
Kamu tau nggak rasanya disuruh pilih, mau ke Amerika apa ke Papua?
Bimbang kan.
Kalau kamu matre, pasti kamu pilih ke Amerika. Lebih keren dan lebih bergengsi.
Eh tapi gak juga, bisa jadi kamu pilih ke Papua terus sisa uang sakunya kamu buat foya-foya sendiri.
Intinya, bimbang kan?
Saya kayak gitu sekarang.
Bila diibaratkan,
Saya ditanya, mau ke Amerika nggak?
Saya pengen banget, tapi saya takut.
Takut naik pesawat. Takut di Amerikanya nyasar. Takut ga betah di Amerika. Takut kalau ternyata saya salah milih ke Amerika.
Gimana dong?
Saya mau tapi saya takut.
Pingsan aja yuk, bangun 2 tahun lagi. Siapa tau bangun-bangun sudah di Amerika.
Sumpah, ini lebih rumit dari kalkulus.
Ehem,
Saya bimbang.
Kamu tau nggak rasanya disuruh pilih, mau ke Amerika apa ke Papua?
Bimbang kan.
Kalau kamu matre, pasti kamu pilih ke Amerika. Lebih keren dan lebih bergengsi.
Eh tapi gak juga, bisa jadi kamu pilih ke Papua terus sisa uang sakunya kamu buat foya-foya sendiri.
Intinya, bimbang kan?
Saya kayak gitu sekarang.
Bila diibaratkan,
Saya ditanya, mau ke Amerika nggak?
Saya pengen banget, tapi saya takut.
Takut naik pesawat. Takut di Amerikanya nyasar. Takut ga betah di Amerika. Takut kalau ternyata saya salah milih ke Amerika.
Gimana dong?
Saya mau tapi saya takut.
Pingsan aja yuk, bangun 2 tahun lagi. Siapa tau bangun-bangun sudah di Amerika.
Sumpah, ini lebih rumit dari kalkulus.
Saturday, December 3, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)